Inilah Beragam Jenis Phobia yang Paling Sering Dijumpai

Apakah kalian pernah melihat sesuatu yang akhirnya membuat kalian panas dingin, mual, keringat dan pening? Hal tersebut umumnya dikategorikan sebagai rasa takut, namun tidak menutup kemungkinan kalau kalian juga mengalami indikasi phobia akan sesuatu yang kalian lihat tersebut. 

Banyak orang yang kadang salah mengartikan rasa takut dan phobia. Supaya tidak keliru, kita bahas lebih dulu yuk apa itu rasa takut dan apa itu phobia sebelum kita lanjut ke artikel mengenai beragam jenis phobia yang paling sering kalian temui di sekitar kalian. Nanti coba cek, apakah kalian mengalami salah satu dari phobia yang disebutkan?

Rasa Takut VS Phobia

Fear Vs. Phobia (Copy)
*Source: The Scientist

Rasa takut merupakan salah satu dari banyak jenis emosi yang dialami manusia. Emosi ini layaknya alarm bagi tubuh kita dan dalam meresponnya, setiap manusia punya caranya masing-masing. Meski terdengar menyeramkan, rasa takut ini sebenarnya sering kali membantu kita untuk menjadi lebih waspada dengan keadaan atau situasi tertentu. 

Kok rasa takut bisa muncul sih? Rasa takut muncul akibat adanya reaksi pertahanan tubuh manusia. Respon rasa takut dimulai dari dalam bagian otak yang disebut Amigdala. Amigdala sendiri adalah kumpulan inti sel berbentuk almond yang mampu mendeteksi seberapa besar satu hal tertentu mampu memberi efek pada kita sehingga kita menjadi waspada.

Saat Amigdala ini aktif, bermacam-macam respon bermunculan lantas dikirim ke bagian otak lain seperti hipocampus dan korteks prefrontal. Begitu pesan yang dikirim amigdala sampai di bagian otak tersebut, maka nantinya kita akan meresponnya dengan keadaan fight atau flight

Fight adalah kondisi dimana kita mengambil keputusan untuk menyerang (biasanya ketika kita melihat musuh atau sesuatu yang dirasa masih bisa kita lawan), sedangkan flight adalah kondisi dimana kita harus lari mengambil langkah seribu untuk menghindari satu keadaan tertentu (biasanya karena bencana atau hal bahaya lainnya).

Rasa takut ini masih bisa dikontrol. Jadi tidak semua rasa takut bisa dikategorikan sebagai phobia. Namun, apabila rasa takut tersebut berlebihan atau biasanya terjadi pasca trauma, biasanya akan masuk ke tahap gangguan kecemasan atau phobia. Tidak seperti rasa takut yang sifatnya sementara, phobia umumnya bersifat permanen dan lebih susah dalam hal penyembuhan.

Phobia yang diderita seseorang akan menyebabkan munculnya perasaan yang diluar nalar, ketakutan luar biasa akan objek tertentu dan hal buruk lainnya yang mampu mempengaruhi reaksi fisik juga stress. Padahal kalau hanya rasa takut biasa, stress yang timbul malah akan hilang karena adrenalin jadi terpacu. 

Setelah tahu apa perbedaan rasa takut dan phobia, ayo kita sama-sama belajar jenis-jenis phobia yang ada di sekitar kita. Mulai dari yang kita kenal hanya dengan mendengar atau membaca namanya hingga yang kita pernah kita tahu sebelumnya. Penasaran apa saja? Simak urutannya berikut ini ya!

1. Acrophobia (Phobia Tempat Tinggi)

Acrophobia (Copy)
*Source: Science ABC

Adakah diantara kalian yang memiliki phobia ini? Umumnya penderita Acrophobia cenderung tidak bisa untuk melihat ke bawah dari tempat yang tinggi. Rasa mual, pusing, keringat dingin langsung diterima oleh sang penderita begitu ia tahu kalau dirinya ada di tempat tinggi. Meski demikian, mereka masih bisa bekerja di gedung-gedung pencakar langit.

Kok bisa? Iya, mereka tetap bisa mengunjungi tempat tinggi dengan catatan mereka jauh-jauh dari jendela. Sehingga meminimalisir keadaan dimana mereka tidak sengaja melihat ke bawah. Nah, kalau sudah begini, apa kalian masih berani untuk mengunjungi menara Burj Khalifa di Dubai?

2. Arachnophobia (Phobia Laba-Laba)

Archnophobia (Copy)

Menjadi salah satu phobia paling umum yang kerap dijumpai di sekeliling kita yaitu arachnophobia. Phobia terhadap laba-laba ini mampu menyerang penderita hanya dengan membayangkan ada laba-laba yang merayap di sekitarnya saja. Sedangkan gejala lain yang timbul ketika benar-benar bertemu laba-laba adalah jantung berdegup kencang, pupil mata membesar, susah bernafas dan ingin melarikan diri.

Para penderita Arachnophobia ini akan sangat sulit sekali tinggal di negara yang memiliki udara lembab. Salah satu contohnya di Australia yang terkenal dengan banyaknya jenis laba-laba berbahaya di perumahan sekalipun! Waduh, gak bisa kebayang kalau tiba-tiba lagi tidur terus ada laba-laba merayap di badan. Eh, tapi kalau laba-labanya selucu Lucas The Spider, apakah kalian masih takut?

3. Claustrophobia (Phobia Ruangan Kecil)

The Devil_Scene Elevator (Copy)

Phobia jenis ini sering sekali dialami oleh banyak orang. Perasaan takut, khawatir dan emosi yang tidak bisa dikontrol akan muncul begitu penderita phobia jenis ini berada di ruangan tertutup dan sempit, seperti lorong gua kecil, lift, ruangan dengan jarak langit-langit yang pendek. Selain itu, hal ini bisa membuat penderita juga menjadi sesak nafas dan ingin mual.

Phobia ini mungkin berasal dari peristiwa traumatis ketika masih kecil atau anak-anak, seperti terjebak di ruang kecil untuk waktu yang agak lama. Penderita dengan Claustrophobia juga cenderung merasa tidak nyaman apabila ruang gerak mereka terlalu sempit seperti berdesak-desakan. Dengan kata lain, ruang pribadi mereka lebih mudah terganggu dibandingkan dengan orang lain yang tidak memiliki phobia jenis ini.

4. Cynophobia (Phobia Terhadap Anjing)

Mungkin untuk sebagian orang, anjing merupakan salah satu binatang yang lucu dan menggemaskan terlepas mereka berasal dari jenis apapun. Nyatanya, banyak orang yang phobia akan binatang yang kerap disebut ‘teman manusia’ ini. Mereka bisa langsung lari tunggang langgang apabila ketemu langsung dengan si doggy.

Gejala umum yang sering ditemukan pada penderita Cynophobia ini kebanyakan rasa takut sehingga sulit untuk mengontrol diri, diliputi rasa bahaya, ketakutan akan kematian dan lainnya. Biasanya phobia ini muncul akibat rasa trauma di masa kecil, entah mungkin diserang, digigit atau tahu kalau anjing punya potensi menyebarkan penyakit rabies.

5. Trypophobia (Phobia Terhadap Kumpulan Lingkaran Kecil)

Trypophobia (Copy)

Pernahkah kalian mengalami rasa mual, geli dan ingin menggaruk seluruh badan saat melihat benjolan, luka, atau motif yang menyerupai kumpulan lingkaran atau lubang kecil? Contohnya, sarang tawon. Apabila kalian pernah mengalami hal tersebut, kemungkinan besar kalian menderita trypophobia.

Phobia jenis ini masih bisa dikategorikan sebagai phobia yang tidak perlu membutuhkan bantuan medis selama tidak mengganggu aktivitas sehari-hari; kalau sudah sampai bikin kalian pening dan rasanya ingin pingsan, ya bantuan medis benar-benar diperlukan. Berapa banyak nih pembaca yang punya phobia jenis ini?

Baca juga: 10 Jenis Fobia yang Aneh, Langka, hingga Sulit Dipahami

6. Nyctophobia (Phobia Gelap)

Nyctophobia (Copy)

Jenis phobia ini merupakan salah satu phobia yang paling banyak ditemui kasusnya. Orang yang menderita phobia ini cenderung tidak bisa sama sekali tinggal di tempat gelap bahkan untuk sebentar saja. Mereka akan melihat hal-hal yang di luar nalar bahkan membuat penederitanya mengalami cemas berlebih juga depresi.

Menurut beberapa sumber, nyctophobia di dapat dari semasa kecil; kita seorang anak takut gelap, butuh waktu untuk mereka buat beradaptasi. Ada yang berhasil melewatinya, ada juga yang malah tidak bisa ‘sembuh’ dan terbawa hingga dewasa akibat otak mereka menghasilkan pemikiran buruk ketika mereka dalam gelap.

7. Aquaphobia (Phobia Air)

Aquaphobia (Copy)
*Source: PxHere

Dikutip dari clearcomfort.com ada sekitar 19.2 juta orang Amerika dewasa menderita phobia ini. Aquaphobia merupakan jenis phobia yang membuat penderitanya takut sekali dengan air. Rasa takutnya bukan takut biasa, melainkan benar-benar hingga tidak bisa untuk berurusan dengan air dalam jumlah banyak, seperti kolam renang, tangki air atau sungai.

Meski demikian, ada beberapa penderita yang meski mengidap phobia ini masih bisa tetap mandi dengan catatan, harus ada yang mengalihkan perhatian mereka saat air menyentuh badan. Seperti memikirkan hal lain, melihat handphone, menyanyi dan hal lain yang dianggap bisa sedikit mendistraksi pikiran mereka.

8. Thalassophobia (Phobia Kedalaman Laut)

Thallasaphobia (Copy)

Thalassophobia adalah jenis phobia yang membuat penderitanya merasa tidak nyaman dengan keadaan dirinya berada di dalam lautan. Apalagi ketika mereka melihat ke dalam lautan dan mengetahui badan mereka terapung di lautan dalam yang dasarnya tak terlihat. Mereka akan merasa pusing, nafas yang pendek dan irama jantung yang tak beraturan.

Nah apa bedanya dengan Aquaphobia? Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kalau Aquaphobia membuat penderitanya takut pada air itu sendiri, sehingga Aquaphobia dan Thalassophobia adalah dua phobia yang berbeda. Untuk lebih mudahnya, kita bisa tahu apakah kita mengalami phobia ini ketika kita berenang di laut dan merasa ada yang mengintai dari bawah permukaan laut.

9. Megalophobia (Phobia Benda Besar)

Megalophobia (Copy)

Megalophobia membuat para penderitanya akan merasa tidak nyaman, takut dan gugup saat melihat objek yang lebih besar darinya. Contohnya gedung pencakar langit, binatang super besar seperti gajah, kapal pesiar modern, baling-baling turbin angin, patung, pesawat jumbo jet baik untuk penumpang atau kargo dan lainnya.

Meski demikian, phobia jenis ini bisa sembuh dengan berbagai jenis treatment; yang paling umum adalah mendatangi psikiater dengan bantuan beberapa obat-obatan (beberapa kasus). 

Selain itu ada beberapa pendekatan psikoterapi berbeda yang efektif dalam pengobatan fobia spesifik seperti megalophobia ini, contohnya melalui Cognitive Behavioral Therapy (CBT).

10. Trypanophobia (Phobia Jarum Suntik)

Tyrpanophobia (Copy)

Siapa disini yang masih takut dengan jarum atau perkara suntik menyuntik? Apabila rasa takut kalian masih bisa dikendalikan, kalian tidak memiliki phobia ini. Namun, kalau kalian bisa jadi stress, pingsan, panik, gemetaran parah sampai tidak bisa mengendalikan diri sendiri, waduh mungkin kalian menderita Trypanophobia.

Phobia jenis ini membuat penderitanya sangat ketakutan bahkan hanya melihat dengan jarum. Hal ini kadang membuat penderitanya menjadi sangat terganggu ketika sakit dan butuh di suntik atau di infus. Phobia ini muncul kemungkinan akibat trauma masa kecil yang terbawa hingga dewasa.

Itu dia beberapa jenis phobia yang paling umum ditemui di sekeliling kita. Apakah kalian menjadi salah satu pendertianya? Kalau iya, semoga cepat sembuh ya dengan mendatangi psikiater atau melakukan terapi. Untuk kalian yang sama sekali tidak memiliki phobia, kalian hebat! Eits, tapi meski demikian jangan coba-coba untuk menakuti orang yang memiliki phobia tertentu ya! Itu bisa memperburuk keadaannya. 

Tag: