10 Perguruan Tinggi & Pusat Ilmu Pengetahuan di Zaman Kuno

Pada masa lalu banyak institusi pendidikan tinggi yang berkembang di berbagai negara yang menjadi pusat ilmu pengetahuan pada masanya. Tempat-tempat itu menjadi tempat berkumpul dari para ilmuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang ilmunya digunakan hingga sekarang.

Tempat-tempat ini sebagian besar merupakan lembaga keagamaan yang juga mengembangkan ilmu-ilmu pengetahuan umum lainnya. Berikut ini adalah beberapa lembaga pendidikan yang berkembang di zaman kuno yang sebagian besarnya dibangun oleh orang-orang yang berkuasa pada masanya.

1. Platonic Academy

Sumber: en.wikipedia.org

Platonic Akademi seperti namanya merupakan sebuah institusi pendidikan tinggi di zaman dahulu yang di bangun oleh Plato di sekitar tahun 387 sebelum masehi. Akademi ini didirikan oleh Plato di Kota Athena yang kemudian banyak dikenal dengan nama  Universitas Athena.

Platonic Akademi tidak seperti sekolah pada umumnya yang memiliki kurikulum yang jelas, seperti saat ini. Akdeminya sendiri terbuka untuk umum, walaupun para pesertanya kebanyakan dari pria kalangan atas. Walau tidak ada istilah guru dan murid tetapi ada perbedaan antara senior dan junior.

Sayangnya akademi ini mengalami kehancuran di saat kekaisaran Romawi melakukan invasi pada tahun  86 sebelum masehi. Penyerangan itu terjadi pada masa pemerintahan Kaisar Lucius Cornellius Sulla. Penaklukan itu telah mengakibatkan  akademi tersebut rusak berat.

2. Peripatetic School

Peripatetic School merupakan institusi pendidikan yang dibangun oleh Aristotle di sekitar tahun 335 sebelum masehi. Sekolahnya sendiri berada di luar tembok kota Athena, tepantya berada di kuil yang didedikasikan kepada Apollo Lyceus, sehingga sekolah tersebut dikenal juga dengan nama Lycaeum.

Sekolah ini sendiri tak seperti layaknya sebuah sekolah pada umumnya karena tidak ada kurikulum ataupun persyaratan sebagai murid hingga biaya untuk menjadi anggota. Tetapi terdapat kuliah yang diberikan oleh Aristotle di tempat itu. Sekolahnya lebih banyak mengeksplorasi filosofi dan ilmu alam.

3. Museion

Sumber: assassinscreed.fandom.com

Mouseion of Alexandria merupakan bagian dari perpustakaan Alexandria yang sangat terkenal. Tempat ini dikatakan sebagai tempat berkumpulnya para komunitas  ilmuwan di zaman kuno. Tempatnya sendiri diperkirakan dibangun oleh Ptolemy I Soter di dekat istana miliknya.

Keberadaan mouseion sendiri diketahui melalui banyak literatur kuno, karena tidak terdapat reruntuhan dari bangunannya. Dikatakan bahwa bangunannya menggunakan material batu kapur. Terdapat bangku berundak dengan bentuknya yang setengah lingkaran.

Selain itu seorang ahli geografi dai Yunani menggambarkan mouseion sebagai bangunan kampus yang didekorasi dengan indah. Di dalamnya terdapat taman, dan juga terdapat jalan yang beratap. Ada juga ruang belajar pribadi, tempat tinggal bagi para ilmuwan, dan tentunya ruang kuliah dan teater.

4. Universitas Kekaisaran Konstantinopel

Universitas Konstantinopel merupakan sebuah institusi pendidikan yang juga dikenal dengan nama Universitas Hall Istana Magnaura. Sekolah ini diperkirakan dibangun pada sekitar tahun 425 sebelum masehi. Sekolahnya dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Theodosis II.

Pada masa itu mata pelajaran yang dipelajari adalah ekonomi, politeknik, perpustakaan, dan juga akademi untuk seni rupa. Universitas ini mampu bertahan hingga abad ke-15. Sekolah ini menjadikan Masyarakat Bizantium merupakan masyarakat yang cukup terdidik dari pria maupun wanitanya.

5. Nalanda

Nalanda merupakan satu universitas yang terbilang sangat dikenal di dalam sejarah India. Nalanda sendiri adalah sebuah universitas yang merupakan pusat dari ajaran Buddhisme dari sekitar tahun 427 hingga 1197 sebelum masehi. Tempatnya berada di negara bagian Bihar di India.

Nalanda adalah sebuah kuil Budha yang berada pada masa kerajaan Magadha di masa dinasti Gupta yaitu raja Kumaragupta I, dengan muridnya yang datang dari berbagai negara di Asia, seperti Tiongkok, Persia, bahkan hingga Yunani. Tempat ini menarik bagi para pendeta Buddha untuk mengunjunginya.

Nalanda juga menerima donasi dari Kerajaan di Indonesia yaitu dari Kerajaan Shailendra yang membangun sebuah biara di dalam kampusnya. Universitas ini  merupakan universitas yang menyediakan asrama dan juga pendidikan gratis, tetapi ujian masuknya terbilang cukup sulit.

6. Takshashila

Universitas Takshashila merupakan sebuah institusi pendidikan tinggi zaman kuno yang terdapat di daerah Gandhara, yang di masa kini tepatnya berada di Pakistan. Takshashila sendiri merupakan sebuah kota yang kaya raya yang didirikan oleh Barata adik dari Sri Rama dalam kisah Ramayana.

Universitas ini diperkirakan dibangun pada sekitar abad ke lima sebelum masehi.  Takshashila  dapat dikatakan sebagai tempat yang disucikan oleh agama Hindu dan juga Buddha. Tempat ini terkenal karena merupakan tempat pendidikan dari Chandraguta Maurya yang diperolehnya dari Chanakya.

Murid yang belajar di Takhsashila biasanya dimulai dari usia 16 tahun. Mereka akan dibebaskan memilih subjek yang mereka inginkan. Mata pelajaran yang diberikan berupa weda, seni 18 atau silpa, termasuk keahlian seperti memanah, berburu, selain dari belajar ilmu hukum, kedokteran, dan militer.

7. Vikramashila

Sumber: en.wikipedia.org

Vikramashila merupakan pusat belajar agama Buddha yang berlangsung pada masa kerajaan Pala. Pusat belajar ini dibangun oleh Raja Dharmapala di sekitar tahun 783 hingga 820 masehi. Vikramashila terletak di distrik Bhagalpus distrik di negara bagian Bihar di India, tepatnya di Desa Antichak.

Vikramashila terkenal sebagai universitas terbesar dengan 100 lebih guru mengajar 1000 orang murid. Lulusan dari sekolah ini yang paling terkenal adalah Atisa Dipankara yang membangkitkan Sarma, tradisi Buddhisme di daerah Tibet.  Vikramshila terkenal juga akan ajaran tantra atau tantrisme.

Situs Vikramashila masih dalam penggalian, bangunan yang telah ditemukan adalah sebuah bangunan biara dengan stupanya yang berbentuk salib. Selain itu juga terdapat perpustakaan dan ruang lain seperti tempat meditasi dan yang lainnya. Situs ini tersebar di area dengan luas sekitar 100 hektar.

8. Pushpagiri

Sumber: kalingacalling.blogspot.com

Pushpagiri merupakan universitas yang terletak di kota Kalinga kuno, yang dimasa kini terletak di antara kota Cuttack dan Jajpur di Odhisa, tepatnya berada di atas bukit Langudi. Kampusnya sendiri tersebar di tiga bukit yang menyatu yaitu Lalitgiti, Ratnagiri, dan Udayagiri.

Pushpagiri dipercaya sebagai universitas yang paling tua dari zaman kuno. Para ahli meyakini bahwa universitas ini di bangun sendiri oleh Raja Ashoka. Hal itu di dikarenakan ditemukannya gambar raja Ashoka di kampus tersebut. Pada ketiga bukit tersebut juga ditemukan peninggalan lainnya.

9. Taixue

Sumber: zh.wikipedia.org

Taixue merupakan institusi pendidikan tinggi pada masa kekaisaran Tiongkok pada Dinasti Han dan Dinasti Sui. Terdapat sekitar 30.000 murid yang belajar yang belajar di tempat ini sehingga terdapat birokrat-birokrat handal yang dapat mengisi jabatan-jabatan di pemerintahan pada masa dinasti Han.

Di Taixue para pelajar mempelajari konfusianisme serta literatur Tiongkok, selain dari mempelajari subjek yang berkenan dengan jabatan tinggi di pemerintahan. Murid yang belajar di tempat ini pernah mencapai 30 ribu orang  pada sekitar abad kedua masehi.

Taixue pada masa Dinasti Sui melembagakan akademi ini dan mengganti namanya menjadi Guozijian. Setelah berganti nama Taixue menjadi memiliki peran lebih dalam hal administrasi. Institusi ini dipertahankan oleh dinasti-dinasti berikutnya hingga dihapuskan oleh Dinasti Qing di tahun 1905.

10. Universitas Gondishapur

Sumber: en.wikipedia.org

Gondishapur merupakan sebuah universitas yang menjadi pusat pengetahuan pada masa kerajaan Sasanian. Tempat ini lokasinya berada di provinsi Khuzestan di sebelah Barat Daya Iran. Gondishapur merupakan tempat akademi yang menjadi pusat kesehatan yang paling penting di zaman kuno.

Gondishapur terkenal karena menjadi tempat belajar ilmu kedokteran. Mereka tak hanya melakukan pembelajaran teori, tetapi mereka juga diwajibkan untuk melakukan praktek langsung di rumah sakit dengan pengawasan dari seluruh fakultas kedokteran yang jadi bagian dari sistem pendidikannya.

Itulah beberapa universitas atau perguruan tinggi dari zaman kuno. Institusi pendidikan pada masa itu tidak seperti sistem pendidikan pada masa kini. Sekolah pada saat itu biasanya merupakan kumpulan dari para pemikir yang memecahkan masalah dengan berdiskusi bersama para ilmuan lainnya.

Tetapi ada juga yang menjadi cikal bakal dari sistem universitas saat ini. Ada universitas yang menyediakan asrama dan juga bebas biaya kuliah. Selain itu juga ada sistem ujian masuk untuk dapat belajar ditempat-tempat itu. Tak jarang ujiannya pun terbilang cukup sulit.

Tag: