10 Jenis Waffle di Dunia, Ada yang Berbentuk Ikan, Lho!

Waffle lembut yang berwarna cokelat keemasan merupakan menu sarapan di beberapa negara.  Baik dipasangkan dengan topping unik, dibuat menjadi bentuk aneh, atau disiram dengan krim mentega dan sirup maple manis, hidangan brunch favorit ini terdiri dari berbagai bentuk, konsistensi, dan topping yang membuatnya istimewa di seluruh dunia.

Di dunia ada beberapa jenis waffle. Ada yang memiliki rasa yang manis, asin, gurih, dari yang tradisional hingga tren baru. Bagi beberapa negara, waffle adalah bagian yang sangat penting dari keseharian mereka. Artikel ini akan membahas mengenai jenis-jenis waffle di dunia. Yuk, baca terus bahasannya di bawah ini.

1. Liège, Belgia

Sumber: momsdish.com

Waffle Liège merupakan jenis waffle utama kedua di Belgia walaupun waffle ini diklaim sebagai "waffle asli" dengan sejarah hampir 600 tahun. Pencipta waffle ini yaitu koki pangeran-uskup di Liège, sebuah kota yang berada di timur Belgia.

Jika waffle Brussel merupakan jenis waffle yang renyah dan disajikan dengan topping manis dan dimakan dengan pisau dan garpu, waffle Liège merupakan makanan ringan yang bisa digenggam dengan ukuran lebih kecil seperti donat.

Sajian ini dibuat dari adonan ragi dan berwarna kuning keemasan. Waffle ini lebih lembut dan teksturnya lebih padat dibandingkan waffle Brussel yang memiliki lapisan gula karamel hasil karena diberi penambahan gula mutiara pada menit-menit terakhir pembuatannya.  

Penambahan gula caramel ini memberikan rasa manis dan khas yang ringan. Waffle juga bisa dibumbui dengan vanilla atau kayu manis.

2. Våfflor, Swedia

Sumber: ikea.com

Våfflor merupakan kue waffle khas dari Swedia yang sangat terkenal. Kue ini dikonsumsi semenjak awal 1600-an saat dibentuk jadi kotak. Sekarang, waffle ini secara tradisional dibentuk menjadi bentuk hati dan disajikan dengan selai buah, krim kocok, dan es krim.

Karena dibuat tanpa ragi, maka våfflor jauh lebih tipis daripada waffle Belgia dengan tekstur yang mirip dengan pancake.

Ada dua varietas waffle yang populer, yaitu waffle telur dan waffle renyah. Jenis waffle telur lebih mengenyangkan dibandingkan yang lain. Waffle dikonsumsi sepanjang tahun di Swedia, tetapi popularitasnya mencapai puncak pada tanggal 25 Maret, yang dikenal sebagai Hari Waffle.

Dahulu, ini adalah hari yang penting karena menandai dimulainya musim tanam dan di masa itu terjadi peningkatan ketersediaan telur dan susu sehingga digunakan untuk produksi waffle. Kini, tersedia pula aneka waffle asin gurih yang disajikan dengan beragam bahan, mulai dari udang hingga keju.

3. Bubble, Hongkong

Bubble Waffle asalnya dari Hong Kong dan ini adalah makanan kaki lima yang sangat terkenal. Cetakan waffle yang digunakan berbentuk setengah bola sebagai lawan dari bentuk persegi untuk waffle versi tradisional. Bentuk bola ini memberikan tampilan khas 'gelembung'.

Jenis waffle dari Hongkong ini juga dikenal sebagai waffle telur karena adonannya yang cukup telur saja yang memberi warna dan tekstur khas pada waffle. Waffle ini biasanya dimakan polos. Namun ada beberapa vendor yang memberikan topping seperti buah segar atau coklat.

Penjual lain ada yang lebih berani dengan rasa. Mereka membuat waffle teh hijau, jahe atau waffle kelapa. Tekstur bubble waffle bisa dikatakan renyah di luar dan agak kenyal di dalam.

4. American Style, Amerika Serikat

Sumber: mashed.com

Waffle gaya Amerika pada awalnya terinspirasi oleh waffle Belgia atau lebih khususnya waffle Brussel. Namun dari inspirasi ini, orang Amerika membuat waffle mereka sendiri. Waffle ini mempunyai hal yang terbaik dari keduanya, yaitu waffle yang ringan, airy namun renyah.

Jenis waffle ini dikombinasikan dengan topping yang kreatif, lezat, dan unik. Meskipun ada beberapa rasa waffle tradisional seperti ayam dan waffle atau waffle dengan sirup maple dan es krim, banyak pembuat waffle menciptakan kombinasi rasa yang unik.

Mereka memodifikasi adonan waffle dan topping-nya. Hadir dengan topping waffle yang kreatif dimulai saat waffle pertama kali hadir di Amerika pada akhir tahun 1700-an. Waffle frolics jadi populer di kalangan orang kaya. Waffle ini disajikan dengan berbagai topping manis dan gurih.

Secara alami setelah beberapa ratus tahun evolusi, topping menjadi lebih kreatif dan tak terhitung jumlahnya.

5. Pizzelle, Italia

Kue waffle Italia yang tipis, renyah, dan berwarna cokelat keemasan ini terbuat dari tepung, telur, gula, mentega, dan penyedap rasa, seperti vanilla, adas manis, atau kulit lemon. Waffle ini dibuat menggunakan cetakan pizzelle khusus yang mirip dengan cetakan waffle.

Cetakan pizzelle memiliki pola dekoratif, biasanya kepingan salju, yang dicetakkan pada waffle. Kue bisa ditaburi gula halus. Waffle ini dapat digulung ketika kue masih dalam keadaan lunak dan tanpa gula. Dibuat menjadi bentuk kerucut untuk es krim atau tabung untuk cannoli.

Baca juga: Olahan Makaroni di Indonesia yang Paling Enak & Populer

6. Bergische, Jerman

Waffle bergische merupakan waffle tradisional Jerman yang berasal dari daerah Bergisches Land. Umumnya waffle ini dibuat dengan kombinasi tepung, mentega, gula, telur, vanila, baking powder, serta susu.

Yang membedakan waffle ini yaitu wafflenya selalu berbentuk hati. Selain itu, waffle ini juga lebih renyah dan tidak terlalu padat dibandingkan dengan waffle sepupunya yang dari Belgia. Bahan yang digunakan termasuk krim kocok dan ceri asam.

Waffle bergische biasanya tidak dihidangkan untuk sarapan tapi sebagai suguhan sore hari, khususnya pada hari Minggu, saat sesekali dihidangkan dengan puding beras.

7. Pandan, Vietnam

Waffle pandan merupakan waffle khas dari Vietnam. Waffle ini umumnya dibuat sebagai makanan kaki lima, di mana penjual menggunakan cetakan waffle besi di atas bara panas untuk membuat makanan ringan yang nikmat ini.

Waffle pandan mempunyai keunikan dibandingkan dengan yang lain dalam bahan yang digunakan untuk membumbui waffle. Ekstrak daun pandan digunakan untuk memberi waffle ini pewarna hijau dan rasa kacang yang harum.

Selain itu santan atau krim digunakan untuk lebih memperkaya adonan waffle. Waffle ini dimaksudkan untuk dimakan dengan sederhana dan itulah alasan utama mengapa sirup tidak tersedia untuk orang Vietnam.

8. Stroopwaffle, Belanda

Kue kering asal Belanda yang nikmat ini terdiri dari lapisan tipis sirup, mentega, gula, dan kayu manis yang diapit di antara dua wafer tipis. Stroopwaffles diciptakan pada akhir abad ke-18 di kota Gouda.

Banyak sumber menyebutkan bahwa Gerard Kamphuisen, seorang pembuat roti, adalah orang yang pertama kali membuatnya.

Di Belanda, stroopwaffles umumnya dinikmati dengan teh atau kopi. Sudah menjadi kebiasaan untuk meletakkan kue ini di atas cangkir dan membiarkannya diasap oleh uap selama beberapa menit sehingga kue jadi panas dan lapisan yang sirup menjadi lembut.

9. Taiyaki, Jepang

Sumber: bokksu.com

Taiyaki merupakan kue berbentuk ikan khas Jepang yang kerap dinikmati sebagai camilan, terbuat dari tepung dan diisi dengan pasta kacang merah atau disebut azuki. Biasanya dihidangkan hangat dan sering ditemukan dijual di sebagian besar kios taiyaki di festival musim dingin mana pun di Jepang.

Kebanyakan orang percaya bahwa suguhan manis ini asalnya dari Tokyo selama era Meiji. Namun taiyaki jadi sangat populer pada tahun 1976 berkat kemunculan lagu anak-anak kesayangan berjudul Oyoge!

Dikatakan bahwa taiyaki terbaik cirinya adalah kulit yang renyah hasil dipanggang hingga berwarna cokelat keemasan. Walaupun sekarang ada banyak rasa dan jenis taiyaki yang berbeda, taiyaki yang original masih menjadi favorit.

10. Kanom Rung Peung, Thailand

Thailand memiliki versi waffle rasa kelapa mereka sendiri yang disebut kanom rung peung. Arti namanya adalah sarang lebah karena tampilan wafflenya sedikit mirip dengan sarang lebah. Waffle ini dibuat dengan santan, gula aren, kelapa parut, dan bertabur jagung manis.

Namun orang bisa mengganti jagung menjadi talas, kismis, atau apa pun yang disukai. Kelapa yang secara tradisional ditemukan dalam masakan Thailand muncul dalam waffle, jadi harus mencoba waffle versi kelapa ini.

Waffle memang bukan sajian baru di Indonesia. Makanan ini biasa dihidangkan sebagai dessert atau camilan dengan ditambahkan es krim di atasnya. Di negara lain ternyata waffle menjadi salah satu menu untuk sarapan.

Meskipun waffle dikenal berasal dari Belgia dan waffle dari negara ini paling terkenal, kue yang dicetak menggunakan cetakan khusus ini juga dimiliki oleh negara lain dengan bahan dan bentuk yang berbeda. Waffle dari negara mana yang sudah pernah kamu cicipi?