5 Perbedaan Ikan Dori dan Patin Beserta Contoh Olahannya

Seringkali, ikan dori dan patin suka dianggap sama. Hal ini wajar, lantaran tekstur daging keduanya yang sama-sama lembut, serta sering dipakai dalam sajian fish n chips.

Kedua ikan tersebut nyatanya punya sejumlah perbedaan, bila ditilik lebih dalam. Entah itu dari segi gizi, maupun harga jualnya di pasaran. Semua perbedaan itu akan coba kami paparkan sebagaimana berikut ini.

1. Kandungan Gizi

*

Sebagaimana ikan pada umumnya, dori dan patin tentu punya kandungan gizinya masing-masing. Untuk masalah gizi, kedua ikan tersebut sebetulnya sama-sama memiliki protein yang tinggi. Adapun yang menjadi pembeda adalah kandungan kalori dan lemak ikannya.

Untuk urusan ini, ikan dori lebih unggul, lantaran kalori dan lemak ikannya lebih rendah bila dibandingkan dengan ikan patin. Rendahnya kalori dan lemak ikan di dalamnya bikin ikan dori lazim disantap oleh para pelaku diet.

2. Rasa dan Aroma

Aroma
*

Rasa adalah pembeda lainnya antara ikan dori dan patin. Ikan dori memiliki cita rasa yang manis dan gurih sekaligus. Sebaliknya, ikan patin punya cita rasa yang agak lembek. Mirip seperti halnya cita rasa pada ikan lele.

Aroma adalah hal lainnya yang menjadi pembeda. Karena berasal dari laut, ikan dori punya aroma yang lebih segar. Sedangkan patin punya bau lumpur yang begitu kentara. Aroma lumpur itu karena patin berhabitat di air tawar.

Bau lumpur pada ikan patin mesti kamu hilangkan, bila hendak mengolah ikan tersebut. Setidaknya ada tiga cara yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan bau lumpur itu. Ketiganya adalah:

  • Cuci ikan pating hingga bersih, lalu potong-potong menjadi beberapa bagian. Rendamlah ke dalam air jeruk nipis ataupun air lemon. Biarkan selama 15 menit, lalu bila dengan air mengalir.
  • Setelah dibilas dengan air, kamu bisa melumurinya dengan garam. Biarkan selama 10 menit, lalu siramlah dengan menggunakan air panas. tiriskan sejenak.
  • Kalau kamu mau memasak patin bersama bumbu rempah ataupun bumbu kuah, mohon jangan langsung memasukkan ikan patin ke dalamnya. biarkan bumbu mendidih atau matang, lalu setelahnya kamu bisa memasukkan patin ke dalam bumbu tersebut.

3. Tekstur

*

Secara garis besar, dori dan patin memang sama-sama bertekstur lembut. Namun, jika kamu lebih teliti, kamu bakal menemukan beberapa perbedaan tekstur di antara keduanya.

Ikan dori memiliki tekstur yang lebih kenyal, padat, dan tebal. Kamu bisa merasakan tekstur tersebut saat kamu menekan dagingnya. Kamu pun juga bisa merasakan teksturnya saat mengunyah daging ikan tersebut secara perlahan.

Sebaliknya, ikan patin punya tekstur yang lebih lembek, serta dagingnya terasa begitu tipis. Kamu bisa merasakan tekstur tersebut, baik sebelum atau setelah mengolah daging tersebut.

4. Serat

*

Seperti halnya daging pada umumnya, daging ikan dori dan patin juga memiliki serat dalam dagingnya. Kalau kamu mau menemukan perbedaan serat antara dori dan patin, kami sarankan untuk membeli keduanya dalam bentuk fillet.

Mari kita bahas serat di antara keduanya. Untuk soal serat, ikan dori cenderung lebih halus dan tampak begitu kecil. Sementara itu, ikan patin punya serat yang agak besar, serta terasa agak kasar bila disentuh.

5. Harga

harga bersaing

Ini adalah hal terakhir yang bikin dori dan patin begitu berbeda. Dari segi harga, ikan dori jauh lebih mahal dibandingkan dengan ikan patin. Dori agak sulit ditemukan di pasaran. Hal itu yang bikin dori begitu mahal. Dori sendiri hanya bisa ditemukan di supermarket maupun penjual yang khusus menjual beragam jenis ikan laut.

Kalau mau beli ikan dori, kamu harus agak sedikit waspada. Soalnya, sekarang banyak oknum yang mengaku menjual ikan dori yang dijual dengan harga murah, serta berbentuk fillet. Ikan yang mereka jual tersebut bukanlah dori, melainkan ikan patin yang sudah di-fillet sebelumnya. Untuk mengetahui ikan tersebut dori atau bukan, kamu bisa mengecek bagian serat dan tekstur pada ikan tersebut.

Berbanding terbalik dengan dori, patin jauh lebih mudah ditemukan, serta harganya lebih murah. Karena murah, ikan ini pun lebih sering dipakai sebagai bahan fish n chips dibanding ikan dori. Ikan patin sendiri bisa kamu beli di pasar tradisional maupun di pedagang sayur keliling.

Contoh Olahan Ikan Dori dan Patin

Olahan Ikan Dori
*

Setelah mengetahui apa saja perbedaan dori dan patin, kami akan memberi beberapa contoh olahan yang memakai kedua jenis ikan tersebut. Siapa tahu bisa menjadi referensi untukmu, saat hendak mengolah ikan dori ataupun patin. Contoh-contoh olahan tersebut adalah:

  • Fish n Chips

Olahan ini sudah pasti familiar di telingamu. Olahan asal Inggris ini bisa dibuat dari ikan dori ataupun patin. Untuk membuatnya, ikan dori atau patin yang kamu pakai harus direndam dulu dengan bumbu marinasi.

Kalau sudah, celupkan ikan tersebut ke dalam adonan tepung, lalu digoreng hingga matang. Tiriskan sejenak. Lantas, sajikan dengan bersama kentang goreng dan saus mayonaise yang sudah disiapkan sebelumnya.

Untuk saus mayonaise, kamu bisa membeli saus yang sudah jadi. Adapun untuk kentang goreng, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah. Caranya, potong kentang dalam bentuk memanjang, lalu rendam ke dalam air es.

Kalau sudah, masukkan kentang ke dalam adonan berbahan dasar tepung, baking powder, lada bubuk, garam, susu, dan telur yang sudah dikocok selama 20 menit. Pastikan semua bagian kentang sudah dilumuri adonan tersebut. Goreng kentang hingga warnanya kecoklatan. Tiriskan, lalu sajikan bersama ikan dan saus mayonaise.

Untuk resep fish and chip ikan dori selengkapnya dapat dibaca di sini.

  • Dori Krispi Saus Lemon

Kalau kamu mau mengolah ikan dori, olahan ini sangatlah kami rekomendasikan. Cara membuatnya hampir sama dengan fish n chips. Hanya saja, ikan dorinya tidak disajikan bersama kentang goreng.

Ikan dori yang sudah dilumuri tepung marinasi lantas dimasukkan ke dalam tepung kering. Remas-remas sejenak, lalu goreng ikan hingga berwarna kuning kecoklatan.

Kalau sudah, lumuri ikan tersebut dengan saus lemon. Saus lemonnya sendiri dibuat dari tumisan bawang merah dan putih, perasan lemon, air putih, lada, garam, gula, tepung maizena, dan daun ketumbar.

  • Pindang Ikan Patin

Kalau yang satu ini tentu saja buatmu yang mau mengolah ikan patin. Untuk membuat olahan ini, pastikan ikan patinnya sudah tidak berbau lumpur. Untuk menghilangkan baunya, kamu bisa melakoni cara-cara yang sudah kami bahas sebelumnya.

Patin yang sudah hilang baunya itu lantas kamu masukkan ke dalam bumbu halus. Bumbu halusnya sendiri dibuat dari bawang merah, bawang, putih, terasi bakar, kunyit, serai, dan daun salam.

Saat ikan patinnya kamu masukkan, kamu harus memasukkan bahan lainnya. Semisal air asam Jawa, garam, gula, dan tomat. Tunggu sejenak hingga ikannya matang. habis itu, masukkan kemangi dan aduklah selama beberapa detik. Tiriskan dan sajikan pindang patin selagi hangat.

Bila ditilik lebih dalam, ikan dori dan patin sebetulnya memiliki sejumlah perbedaan. Mulai dari kandungan gizi, hingga harganya. Semua perbedaan itu sudah kami bahas di sini. Dengan mengetahui perbedaan keduanya, kamu pun jadi tahu tak salah membeli ikan, serta tahu mana olahan yang cocok untuk ikan tersebut.