7 Tips Merawat Wajan dan Panci dari Stainless Steel

Memasak menjadi kebutuhan sekaligus hobi menyenangkan bagi sebagian ibu rumah tangga. Berbagai peralatan masak keluaran terbaru dengan model dan bahan berkualitas pun jadi idaman. Di antara itu semua wajan dan panci berbahan stainless steel masih jadi salah satu primadona. Alasannya karena peralatan masak dari stainless steel punya ketahanan cukup baik dan mudah dibersihkan.

Selain itu wajan atau panci berbahan stainless steel juga lebih tahan terhadap korosi yang bisa membuatnya berkarat. Walau demikian Anda tetap harus merawatnya agar wajan dan panci stainless steel tetap awet. Tidak usah khawatir akan kerepotan karena perawatannya cenderung mudah.

Bahan stainless steel boleh jadi merupakan yang paling banyak digunakan untuk pembuatan alat-alat dapur. Selain wajan dan panci ada juga pisau, sendok, garpu dan spatula berbahan stainless steel. Mengingat sifatnya yang tahan terhadap korosi penyebab karat, bahan ini memang cukup ideal untuk berbagai peralatan masak.

Walau terhitung tahan korosi, bukan berarti peralatan masak dari stainless steel Anda tidak bisa rusak. Ia bisa rusak jika tidak dirawat dan dibersihkan dengan baik sehingga akan muncul noda dan karat. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan guna merawat wajan dan panci berbahan stainless steel agar tetap bisa digunakan dalam waktu lama?

1. Bersihkan Saat Peralatan Sudah Dingin

Sumber: castey.com

Sehabis masak menggunakan wajan dan panci jangan langsung menyiramnya dengan air dingin. Setidaknya tunggu beberapa saat hingga alat masak agak hangat bahkan dingin. Pasalnya menyiram air dingin ke alat masak stainless steel yang masih panas dapat membuatnya bengkok bahkan pecah.  

Lakukan pencucian saat wajan dan panci stainless steel dalam keadaan dingin. Pakai air bersih yang mengalir. Jangan sesekali mencucinya menggunakan air berpasir atau kotor karena bisa meninggalkan residu pada permukaan stainless steel Anda. Akibatnya permukaan wajan dan panci bisa rusak dan bernoda.

2. Hati-Hati dengan Penggunaan Garam dan Minyak

Sumber: americankitchencookware.com

Memasak makanan apa pun, terutama yang memakai tambahan garam menggunakan panci dan wajan stainless steel perlu trik tersendiri agar peralatan masak Anda ini lebih awet. Trik yang dimaksud adalah jangan menambahkan garam pada air yang belum mendidih karena hal tersebut bisa menimbulkan lubang kecil karat di bagian permukaan.  Untuk menghindari hal ini caranya cukup mudah: biarkan air mendidih lebih dulu baru tambahkan garam.

Selain penggunaan garam, berhati-hati juga dalam penggunaan minyak pada alat stainless steel Anda. Hal paling umum dilakukan saat akan menggoreng adalah menuangkan minyak pada wajan atau panci saat peralatan masih dingin. Namun, cara ini tidak boleh dilakukan pada perabot berbahan stainless steel karena ia dapat mengembang ketika memanas.

Cara terbaik adalah membiarkan wajan atau panci Anda panas lebih dulu baru tuangkan minyak. Metode ini membuat permukaan wajan jadi antilengket beberapa kali lebih baik. Memasak pun lebih nyaman, hasil gorengan semakin memuaskan dan alat masak stainless steel Anda lebih awet.

3. Hilangkan Bintik-Bintik Putih Berkapur dengan Cuka

Kandungan air setiap rumah memang berbeda-beda. Munculnya bercak-bercak putih pada peralatan stainless steel Anda bergantung pada seberapa ‘keras’ air di rumah. Namun, lama-lama bitnik tersebut umumnya tetap muncul. Nah! Tips merawat wajan dan panci dari stainless steel selanjutnya adalah jangan membiarkan bintik tersebut karena ia dapat mendorong bakteri semakin tumbuh.

Anda harus segera menghilangkannya dengan cara menggunakan campuran ¾ gelas air dengan ¼ gelas cuka lalu masukkan ke peralatan stainless steel, baik wajan atau panci kemudian rebus. Setelah dingin Anda bisa mencucinya dan langsung keringkan.

Baca juga: Merk Wajan Teflon yang Bagus, Awet & Anti Lengket

4. Langsung Keringkan Wajan dan Panci Stainless Steel Anda

Sumber: thespruce.com

Munculnya bercak-bercak putih pada peralatan stainless steel sedikit banyak karena kandungan air yang cukup keras. Hal tersebut semakin cepat timbul ketika Anda membiarkannya kering begitu saja setelah dicuci. Pada kenyataannya sengaja meniriskan wajan atau panci dan membiarkannya kering sendiri justru tidak baik untuk kualitasnya.

Anda tetap perlu mengeringkannya menggunakan lap atau tissue dapur hingga wajan dan panci benar-benar kering dan dapat terbebas dari bercak air yang bisa menimbulkan bekas. Peralatan masak yang penuh dengan bercak semacam itu tampak tidak steril.

5. Jangan Gunakan Wol Baja untuk Mencuci

Tips merawat wajan dan panci dari stainless steel berikutnya adalah hindari mencuci menggunakan wol baja atau serabut baja. Pada peralatan dapur yang mengerak, menggunakan wol baja merupakan cara termudah dan tercepat untuk membersihkan sisa makanan di bagian dasar. Sayangnya jika ingin wajan atau panci stainless steel Anda tetap awet, jangan gunakan alat itu ketika mencuci.

Wol baja atau sikat baja akan meninggalkan partikel berukuran kecil pada permukaan stainless steel. Partikel inilah yang pada akhirnya bisa berkarat dan menodai permukaan peralatan masak Anda. Cara paling baik untuk membersihkannya adalah menggunakan serabut plastik, sikat biasa, spons biasa atau kain.

6. Pintar Memilih Sabun Pembersih

Sumber: twinstripe.com

Sabun cuci piring Anda tidak bisa membersihkan peralatan masak dari stainless steel? Mungkin saatnya ganti sabun tersebut menggunakan produk yang dapat bekerja lebih baik dalam menghilangkan kotoran, noda atau tumpukan mineral yang sulit dibersihkan.

Jangan pilih sabun cuci piring dengan bahan bersifat abrasif atau merusak. Penyebabnya adalah ia dapat melubangi atau menggores permukaan stainless steel, mendorong munculnya karat dan jenis kerusakan lain. Selain itu sabun cuci berbahan abrasif tidak baik untuk digunakan pada alat makan yang langsung terkena makanan.

7. Jangan Gunakan Pemutih

Ketika wajan dan panci stainless steel Anda berubah warna menjadi lebih kusam karena sudah terlalu lama digunakan, jangan sesekali tergoda menggunakan pemutih untuk membuatnya berkilau kembali. Hal yang harus Anda lakukan jika ingin wajan dan panci stainless steel tahan lama adalah justru menjauhkan benda tersebut.

Klorin atau klorida yang terkandung dalam sabun pembersih tidak bagus untuk kualitas peralatan masak stainless steel Anda. Ia bisa merusak dan menodai permukaannya. Oleh karena itu tetap gunakan sabun pembersih yang bebas klorin. Selain itu Anda juga bisa memanfaatkan cuka untuk membersihkannya.

Tips merawat wajan dan panci dari stainless steel yang sudah disampaikan di atas semoga bisa membantu Anda dalam memperlakukan alat-alat masak kesayangan. Cara-caranya tidak sulit, bukan? Semua masih bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Hampir tidak ada pula bahan-bahan yang perlu disiapkan kecuali cuka.

Merawat wajan dan panci termasuk memerhatikan cara membersihkannya dapat memanjangkan umur alat-alat masak tersebut. Jika semuanya awet, budget untuk membeli wajan atau panci baru pun bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat.

Lagipula rasanya menyenangkan jika berhasil merawat wajan dan panci sehingga bisa digunakan dalam waktu lama. Ada kepuasan tersendiri ketika alat-alat masak Anda tetap awet sekalipun sudah berumur tua. Setuju? Semoga tips merawat wajan dan panci dari stainless steel di atas dapat dipraktikkan ya!